Life After Death

Di salah satu surat Rasul Paulus, Paulus menjelaskan mengenai konsep kebangkitan Yesus dan orang yang telah mati. Penjelasan tersebut dapat kita temui di kitab 1 Korintus 15:1-58 (TB) yang terbagi menjadi 3 perikop, yaitu Kebangkitan Kristus, Kebangkitan Kita, dan Kebangkitan Tubuh.
Penjelasan tersebut menjadi sangat vital bagi iman orang-orang percaya mula-mula, karena pada jaman itu banyak perbantahan mengenai doktrin kehidupan sesudah kematian. Hal ini terlihat jelas di ayat 12 dimana Paulus menyebut ada beberapa jemaat Korintus yang menolak doktrin kebangkitan orang mati.
Tidak hanya itu, bahkan sejak waktu Yesus hidup kita mengenal golongan orang Saduki yang mencobai Yesus mengenai doktrin tersebut (Matius 22:23-44). Terlebih, setelah kematian Yesus, para imam kepala Yahudi menyebarkan berita dusta bahwa jenazah Yesus dicuri oleh murid-muridNya (Mat 28:11-15)

Kristus telah bangkit menjadi yang sulung di antara orang-orang percaya
Tetapi yang benar ialah, bahwa Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati, sebagai yang sulung dari orang-orang yang telah meninggal ~ 1 Korintus 15:20 (TB)
Dengan demikian, kita sebagai orang Kristen harus sadar bahwa di dalam hidup ini terdapat alam jasmani (yang kelihatan) dan alam rohani (yang tidak kelihatan).
Oleh karena itu kita juga perlu mengetahui bahwa ada hukum-hukum di dalam alam rohani yang berlaku, seperti yang dijelaskan di dalam Alkitab seperti hukum tabur-tuai, berkat dan kutuk, peperangan rohani, dan lain sebagainya.
Sebagai orang percaya, kebenaran ini adalah vital karena ternyata segala sesuatu yang terjadi di alam rohani berdampak di alam jasmani seperti yang disebut di dalam Firman Tuhan
Karena iman kita mengerti, bahwa alam semesta telah dijadikan oleh firman Allah, sehingga apa yang kita lihat telah terjadi dari apa yang tidak dapat kita lihat. ~ Ibrani 11:3
Hal yang senada juga disebutkan oleh Tuhan Yesus sendiri di Matius 16:19, yaitu mengenai Kunci Kerajaan Sorga, menunjukkan betapa alam jasmani dan alam rohani sangat berkaitan.
Fakta bahwa orang Kristen sendiri banyak mengalami pergumulan dalam hidupnya karena mereka mengabaikan kebenaran ini, kemudian meninggalkan kuasa doa, dan malah mencari pertolongan di dalam dunia. Terutama di era teknologi yang modern ini, banyak orang percaya mulai menghilangkan dimensi rohani di dalam kehidupan kekristenan mereka dan berakhir pada pemahaman yang keliru bahwa kekristenan hanya sebagai panduan moral ataupun tata cara ibadah dan liturgi semata. Termasuk juga kebenaran mengenai sorga dan neraka hanya menjadi konsep reward and punishment supaya orang percaya termotivasi menerima dan melakukan nilai-nilai yang diajarkan.

Alam jasmani bersifat fana/sementara
Sebab kami tidak memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tak kelihatan, karena yang kelihatan adalah sementara, sedangkan yang tak kelihatan adalah kekal ~ 2 Korintus 4:18 (TB)
Kebenaran yang mendasar ini juga disebutkan di dalam surat Yakobus 4:14 dimana Yakobus mengibaratkan waktu yang dimiliki manusia untuk tinggal di bumi (alam jasmani), yaitu sekitar 70-80 tahun, bagaikan uap air apabila dibandingkan dengan kekekalan (alam rohani).
Faktanya, banyak orang Kristen melupakan kebenaran ini dan malah menghabiskan sebagian besar waktu yang dimiliki di bumi untuk perkara-perkara duniawi (jasmaniah). Jika kita berani jujur, dalam 24 jam sehari dan 7 hari seminggu, berapa banyak waktu yang kita dedikasikan untuk Tuhan dibandingkan untuk mengejar mimpi dan ambisi pribadi?

Pikirkan perkara yang di atas
Karena itu, kalau kamu dibangkitkan bersama dengan Kristus, carilah perkara yang di atas, di mana Kristus ada, duduk di sebelah kanan Allah. Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi ~ Kol 3:1-2 (TB)
Paulus memberikan nasihat supaya orang percaya tidak lagi hidup seperti orang-orang yang tidak percaya, yaitu pikiran yang belum diperbaharui, dan hidup yang dipimpin oleh daging.
Karena, seperti yang telah kerap kali kukatakan kepadamu, dan yang kunyatakan pula sekarang sambil menangis, banyak orang yang hidup sebagai seteru salib Kristus. Kesudahan mereka ialah kebinasaan, Tuhan mereka ialah perut mereka, kemuliaan mereka ialah aib mereka, pikiran mereka semata-mata tertuju kepada perkara duniawi ~ Fil 3:18-19 (TB)
Bekerja memberi buah
Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan. Tetapi jika aku harus hidup di dunia ini, itu berarti bagiku bekerja memberi buah. Jadi mana yang harus kupilih, aku tidak tahu ~ Filipi 1:21-22
Sebagai orang percaya yang tinggal dalam kebenaran Firman Tuhan, marilah kita mengisi hidup kekristenan kita dengan bekerja memberi buah. Sehingga ketika tiba saat nya nanti kita meninggalkan tubuh jasmani dan mengenakan tubuh rohani, maka segala harta kekayaan, aset dan surat-surat berharga yang kita miliki di dunia ini sama sekali tidak ada artinya. Itu semua hanya dipindah tangankan (diwariskan) kepada orang-orang yang kita kasihi, sedangkan bagian kita adalah Allah sendiri.
Oleh karena itu, selama masih ada kesempatan, gunakan waktu kita untuk mengumpulkan harta di sorga seperti yang diajarkan Tuhan Yesus sendiri (Matius 6:19).

Live the truth, be a happy Christian
ptz (^^,)

Comments

Popular posts from this blog

Chronicle of Abijah: Winning an Impossible War

Money Management: Core Values